IPPPM_B Kota Studi Nabire, laksanakan Perkenalan yang pertama kali.

Minggu, 06 November 2016


IPPPM_B Saat melaksanakan Kegiatan Perkenalan Di Pante Budi (Foto/dg)
Nabire_SBT;-Hari ini Saptu 5 November 2016 Ikatan Pemuda pelajar mahasiswa/i (IPPM-B) Bomou Kota Studi Nabire mengadakan Kegiatan Perkenalan Gabungan antara senior-Yunior yang pertama kali di Pante Budi Nabire.

Perkenalan yang di adakan ini yang pertama kali di kota studi nabire, sebelumnya belum pernah diadakan perkenalan dari ikatan kami, kata Ketua panitia Alexzende Kotouki kepada media ini.

Dalam kegiatan ini di ikuti sekitar 50-an perserta dan didampingi oleh orang tua dari bomou yang ada di nabire. Lanjut Alexzender Kotouki, kegiatan ini kami laksanakan dengan tujuan bagimana antara kita saling mengenal dan bagiman kita membangun kebersaan antara kita sendiri di kota studi nabire. Katanya.

Ketua panitia perkrnalan Alexzande kotouki juga mengharapkan untuk teman-teman bomou untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan ikatan ini kedepan lebih baik.

Disela-selah kegiatan, Ketua Badan Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i (BP-IPPPM-B) Bomou Hans Edowai Mengatakan beberapa poin untuk semua peserta yang hadir dalam  Kagiatan Perkenalan Tersebut.

Katua IPPPM-B Hans Edowau pertanyakan kepada Perserta, apa tujuan saudara saudari turun ke kota Nabire?, Juga BP IPPPM-B Melarang mengkonsumsi minuman keras dan pinang. Dan saya mengharapkan kepada teman-teman, harus bergabung dalam organisasi manapun yang ada di nabire, karena di kampus hanya 30 % sja lebh dari itu ada di luar maka harus bergabung dalam organisasi manapun yang menguntung pribadi dan banyak orang. Imbunya. (deg)
READ MORE -

BP-IPMADO KOTA STUDI NABIRE, pembagian dana studi akhir sesuai prosedur.

BP-Ipmado Kota Studi Nabire Saat Membagikan Dana Studi Akhir
Nabire-SBT;_Badan Pengurus, Ikatan pelajar mahasiswa Dogiyai (BP-IPMADO) kota studi nabire, Yakop tebai sebagai ketua IPMADO menghibau kepada teman-teman bawah pembagian dana studi akhir sesuai dengan pendataan yang di ambil disetiap kampus sejak dari tanggal 1-24 mei 2016.

Dalam pers liris yang kami terima, Ketua IPMADO kota studi nabire Yakop tebai menyatakan pendataan yang BP IPMADO ambil terdiri dari beberapa kampus yang ada di nabire yakni Kampus USWIM, Kampus IKI, Kampus AKPER, Kampus KPG, Kampus STT yusuf, dan Kampus STT WATERPOST setelah selasai kami mendata kami mengajukan ke Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Setelah dana di cairkan oleh pemda kabupaten dogiyai, Dana tersebut kami bagikan sesuai data yang kita ambil, data yang kami lampirkan diantaranya ; Kartu Mahasiswa(KM), Surat aktif Kuliah (SAK), Surat Akhir Study (KHS) dan nama-nama Mahasiswa akhir demikian kami lansir dalam surat Keputusan Permohonan (No. 001/ Bp-Ipmado/kota-Nbr/V/2016.

Data keseluruhan yang kami dapat sebanyak 100 mahasiswa dari suluruh kampus yang kami data, lanjutnya ia menulis, yang mempunyai hak untuk dapat adalah semester 8 dan yang tunda wisuda pada tahun sebelumnya. Sedangkan untuk semester 6 akan mendapatkan pada tahun yang akan dtan yakni 2017. Tulisnya. Jika ada yang belum mendapatkan dana study akhir pada tahun ini, yang bersangkutan belum mengumpulkan berkas-berkasnya kepada kami badan pengurus Ipmado kota studi nabire. Dan teman-teman yang tahun lalu belum mendapatkan dananya kami akan konfirmasi dengan pemerintah kabupaten dogiyai dalam hal ini dinas terkaita yakni Dinas P dan P Kebupaten Dogiyai. Himbaunya.

Dalam pers liris itu, BP IPMADO Yakop Tebai selaku Ketua Ipmado Kota Study Nabire Menghimbau kepada teman- yang saat ini berada di semester 7 agar bisa menunggu dana studi akhir tahun 2017 mendatang. Lanjutnya; dana yang kami bagi tahun 2016 sesuai dengan pesan pemerinta kepada BP-IPMADO. Tandasnya. Kami BP-IPMADO pesan kepada seluruh pelajar mahasiswa di kota study Nabire, mari kita bergandengan tangan belajar sama-sama dan menjaga kebersamaan dan jadikan organisasi ini menjadi wadah sebagai tempat belajar mental dan fisik... #-Deg).
READ MORE -

Hubungan Sejarah Indonesia dan Papua Barat

Kamis, 26 Mei 2016

 KnpbNews,Jayapura;Opini:-Tidak dapat dipungkiri bahwa pencaplokan Papua Barat oleh Indonesia sebagai bagian dari wilayah negaranya didasarkan atas alasan sejarah. 

Sementara aksi pencaplokan itu sendiri kini telah menjadi sejarah yang harus dipelajari dan dipahami untuk dapat memetakan persoalan secara obyektif, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi pencarian solusi yang terbaik bagi penyelesaian status politik wilayah Papua Barat dalam kekuasaan Indonesia. 
 
Dalam rangka untuk menggali hubungan sejarah antara Indonesia dan Papua Barat, maka beberapa hal perlu dikemukakan. Pertama, sejarah hidup Indonesia dan Papua Barat. Kedua, sejarah perjuangan Indonesia dan Papua Barat dalam mengusir penjajah. Ketiga, alasan pencaplokan Papua Barat oleh Indonesia. Keempat, sejarah kemerdekaan Papua Barat. Kelima, proses Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) 1969. Keenam, sejarah dalam kekuasaan Orde Baru dan terakhir masa kebangkitan Papua Barat Kedua (Era Reformasi Indonesia).

 
 
1. Sejarah Hidup Indonesia dan Papua Barat

 
Dalam sejarah hidup, rakyat Papua Barat telah menunjukkan bahwa mereka mampu untuk mengatur hidupnya sendiri. Hal itu terlihat dari kepemimpinan setiap suku, yang telah mendiami Papua Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpin oleh kepala-kepala suku (tribal leaders). Untuk beberapa daerah, setiap kepala suku dipilih secara demokratis sedangkan di beberapa daerah lainnya kepala suku diangkat secara turun-temurun. Hingga kini masih terdapat tatanan pemerintahan tradisional di beberapa daerah, sebagai contoh: seorang Ondofolo masih memiliki kekuasaan tertentu di daerah Sentani dan Ondoafi masih disegani oleh masyarakat sekitar Yotefa di Numbay.
 
Selain kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri (tidak dipengaruhi oleh pihak asing), juga sangat nyata di depan mata bahwa antara Papua Barat dan Indonesia mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Bangsa Papua adalah ras Negroid sedangkan bangsa Indonesia pada umumnya adalah ras Mongoloid. 

 
Dengan perbedaan ras ini menimbulkan perbedaan yang lainnya, entah perbedaan fisik maupun mental, dan kedua bangsa ini sama sekali tidak pernah mempunyai hubungan apapun dalam sejarah kehidupan di masa silam. Masing-masing hidup sebagai bangsanya sendiri dengan karakteristiknya yang berlainan pula. Sehingga tindakan pencaplokan Papua Barat oleh Indonesia ini dianggap tindakan menjajah. Hal itu pernah diungkapkan oleh Wakil Ketua Presidium Dewan Papua, Tom Beanal, bahwa:
 
Dalam kehidupan sehariannya, moyang kami tidak pernah melihat asap api kebun Indonesia apabila mereka berkebun. Moyang kami tidak pernah bercerita kepada kami bahwa kami punya dendam perang dengan keturunan Soekarno dan soeharto dan moyang bangsa Indonesia. Kami bangsa Papua tahu dan sadar akan diri kami bahwa kami berbeda dengan bangsa Indonesia. …Bangsa Papua termasuk ras Negroid mendiami kepulauan Melanesia di Pasifik selatan, karena bangsa Papua berbeda dengan bangsa Indonesia lainnya yang umumnya masuk ras Mongoloid dan Austronosoid yang mendiami kepulauan Melayu dan kepulauan Austronesia.”

 
Dari gambaran di atas, sangatlah jelas, bahwa antara Indonesia dan Papua Barat sama sekali tidak mempunyai hubungan sejarah hidup yang sama yang bisa menyatukan kedua bangsa dalam satu negara yang bernama Indonesia. Alasan bahwa Indonesia dan Papua Barat mempunyai sejarah hidup yang sama sebagai sebuah bangsa pada masa sejarah sema sekali tidak obyektif, sebaliknya menjadi alasan politis untuk mengklaim Papua Barat sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Hal semacam ini sering dibangun di Indonesia untuk membangun nasionalisme Indonesia bagi orang Papua (meng-Indonesia-kan orang Papua)
 
2. Hubungan Sejarah Perjuangan Indonesia dan Papua Barat
 
Indonesia (Sabang sampai Amboina) dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, sedangkan Papua Barat (Nederland Nieuw-Guinea) dijajah oleh Belanda selama 64 tahun. Walaupun Papua Barat dan Indonesia sama-sama merupakan jajahan Belanda, namun administrasi pemerintahan Papua Barat diurus secara terpisah. Indonesia dijajah oleh Belanda yang kekuasaan kolonialnya dikendalikan dari Batavia (sekarang Jakarta), kekuasaan Batavia inilah yang telah menjalankan penjajahan Belanda atas Indonesia, yaitu mulai dari Sabang sampai Amboina. 

 
Kekuasaan Belanda di Papua Barat dikendalikan dari Hollandia (sekarang Port Numbay), dengan batas kekuasaan mulai dari Kepulauan Raja Ampat sampai Merauke.
Tahun 1908 Indonesia masuk dalam tahap Kebangkitan Nasional (perjuangan otak) yang ditandai dengan berdirinya berbagai organisasi perjuangan. Dalam babak perjuangan baru ini banyak organisasi politik-ekonomi yang berdiri di Indonesia, misalnya Boedi Utomo (20 Mei 1908), Serikat Islam (1911), Indische Partij (1912), Partai Komunis Indonesia (1913), Perhimpunan Indonesia (1908), Studie Club (1924) dan lainnya. Dalam babakan perjuangan ini, terutama dalam berdirinya organisasi-organisasi perjuangan ini, rakyat Papua Barat sama sekali tidak terlibat atau dilibatkan. Hal ini dikarenakan musuh yang dihadapi waktu itu, yaitu Belanda adalah musuh bangsa Indonesia sendiri, bukan musuh bersama dengan bangsa Papua Barat. Rakyat Papua Barat berasumsi bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai musuh yang bersama dengan rakyat Indonesia, karena Belanda adalah musuhnya masing-masing. 

 
Rakyat Papua Barat juga tidak mengambil bagian dalam Sumpah Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. Dalam Sumpah Pemuda ini banyak pemuda di seluruh Indonesia seperti Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Celebes, Jong Amboina, dan lainnya hadir untuk menyatakan kebulatan tekad sebagai satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air. Tetapi tidak pernah satu pemuda pub dari Papua Barat yang hadir dalam Sumpah Pemuda tersebut. Karena itu, rakyat Papua Barat tidak pernah mengakui satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air yang namanya “Indonesia” itu.
 
Dalam perjuangan mendekati saat-saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tidak ada orang Papua Barat yang terlibat atau menyatakan sikap untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945. Tentang tidak ada sangkut-pautnya Papua Barat dalam kemerdekaan Indonesia dinyatakan oleh Mohammad Hatta dalam pertemuan antara wakil-wakil Indonesia dan penguasa perang Jepang di Saigon Vietnam, tanggal 12Agustus 1945. Saat itu Mohammad Hatta menegaskan bahwa “…bangsa Papua adalah ras Negroid, bangsa Melanesia, maka biarlah bangsa Papua menentukan nasibnya sendiri…”. Sementara Soekarno mengemukakan bahwa bangsa Papua masih primitif sehingga tidak perlu dikaitkan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal yang sama pernah dikemukakan Hatta dalam salah satu persidangan BPUPKI bulan Juli 1945.
 
Ketika Indonesia diproklamasikan, daerah Indonesia yang masuk dalam proklamasi tersebut adalah Indonesia yang masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda, yaitu “Dari Sabang Sampai Amboina”, tidak termasuk kekuasaan Nederland Nieuw-Guinea (Papua Barat). Karena itu pernyataan berdirinya Negara Indonesia adalah Negara Indonesia yang batas kekuasaan wilayahnya dari Sabang sampai Amboina tanpa Papua Barat. 
Tanggal 19 Agustus 1945 (dua hari setelah kemerdekaan Indonesia) Indonesia dibagi dalam delapan buah Propinsi. Salah satu Propinsinya adalah Maluku. Banyak kalangan berasumsi bahwa wilayah Papua Barat masuk dalam wilayah Propinsi Maluku. Padahal secara nyata penguasaan wilayah Papua Barat dalam kekuasaan Propinsi Maluku itu dipikirkan dan direalisasikan sejak pembentukan sebuah Biro Irian pada tanggal 14 Desember 1953 yang bertugas mengadakan penelitian mengenai daerah Indonesia yang bisa dijadikan sebagai jembatan untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Dari hasil penelitian itu, ternyata pilihan jatuh pada wilayah Maluku Utara. Maka dengan lahirnya UU No. 15 Tahun 1956 tentang pembentukan Propinsi Irian Barat, Soasiu ditetapkan sebagai ibukota Propinsi Irian Barat dengan Gubernur Zainal Abidin Syah (Sultan Tidore) yang dikukuhkan pada 17 Agustus 1956 bersamaan dengan Peresmian Propinsi Irian Barat Perjuangan. 

 
Setelah peresmian Propinsi Irian Barat perjuangan, Papua Barat tetap menjadi daerah sengketa antara Indonesia dan Belanda. Beberapa persitiwa politik dalam memperebutkan Papua Barat oleh kedua bela pihak adalah: 

 
a. Sebelum penandatangan Perjanjian Lingggarjati pemerintah Belanda pernah menyatakan agar Papua Barat dapat menerima status sendiri terhadap Kerajaan Belanda dan Negara Indonesia Serikat menurut jiwa pasal 3 dan 4 Perjanjian tersebut. Jadi di sini Belanda mengadakan pengecualian bagi Papua Barat agar kedudukan hukum wilayah tersebut tidak ditentukan oleh Perjanjian Linggarjati. 
 
b. Dalam Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan di Den Haag Belanda tanggal 23 Agustus-2 November 1945 disepakati bahwa mengenai status quo wilayah Nieuw Guinea tetap berlaku seraya ditentukan bahwa dalam waktu setahun sesudah tanggal penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat, masalah kedudukan-kenegaraan Papua Barat akan diselesaikan dengan jalan perundingan antara Republik Indonesia Serikat dan Kerajaan Belanda. Tetapi dalam kesempatan yang sama pula status Papua Barat (Nederland Niew Guinea) secara eksplesit dinyatakan oleh Mohammad Hatta, Ketua Delegasi Indonesia, bahwa “…masalah Irian Barat tidak perlu dipersoalkan karena bangsa Papua berhak menjadi bangsa yang merdeka.”
 
c. Dalam konferensi para menteri antara Belanda dan Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 25 Maret-1 April dibentuk sebuah panitia gabungan dengan surat Keputusan Para Menteri Uni Indonesia-Nederland No. MCI/C II/1/G.T. Berdasarkan keputusan tersebut, masing-masing pihak mengangkat tiga orang anggota sebelum tanggal 15 April 1950 dengan tugas untuk menyelidiki status Papua Barat secara ilmiah untuk menentukan apakah layak masuk dalam kekuasaan Indonesia atau Nederland. Akhirnya, berdasarkan hasil penyedikan masing-masing pihak tidak ada pihak yang mengalah, sehingga wilayah Papua Barat masih dipertahankan oleh Belanda. Selanjutnya disepakati bahwa penyelesaikan masalah Papua Barat akan diselesaikan kemudian oleh United Nations Commission for Indonesia tanpa batas waktu yang ditentukan. 
 
d. Karena dirasa wilayah Papua Barat dikuasai oleh Belanda, maka sejak tahun 1953 pihak Indonesia membawa masalah Papua Barat ke forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konferensi Asia Afrika.
 
Setelah semua perjuangan masing-masing pihak mengalami jalan buntu, maka selanjutnya wilayah Papua Barat menjadi daerah sengketa yang diperebutkan oleh Belanda dan Indonesia. Indonesia dan Belanda sama-sama mempunyai ambisi politik yang besar dalam merebut Papua Barat. 

 
Wilayah teritori Papua Barat sorong sampai merauke wilayah yang masih belum Memiliki pememerintahan sendiri sediri Perjanjian Canberra tanggal 6 February 1947 Bangsa Bangsa di Wilayah Pasifik Selatan mulai dari bahwa Garis 0° LS di bagian Utara, di Bagian Barat mulai dari Netherlands New Guinea dan Bagian Timur di Vanuatu serta Bagian Selatan di New Caledonia Maka bangsa Papua memiliki hak politik yang sama untuk merdeka dan membentuk pemerintahan sendiri sama sepertri saudara Lain Ras Melanesia di fasiik Selatan yaitu PNG, Fiji, Salomon Island, Vanuatu dan New Kaledonia Baru Kanaky. 54 Tahun kolonial Indonesia menduduki di Papua Barat, hak Politik terus dibungkamdan dihancukan Atas keterlibatan kapitalis, Imperalisme dan kelaborasi dengan neoklonialime di west Papua.
 
Dengan demikian, maka bangsa Papua Barat semakin giat berjuang untuk memperoleh Hak Dasarnya yaitu, Kemerdekaan Penuh Melalu mekanisme legal PBB, sebagaimana telah dapat dilaksanakan terhadap bangsa-bangsa lain di muka Bumi. Yang dimaksud adalah: Hak Menentukan Nasib Sendiri (Self-Determination) melalui sebuah REFERENDUM yang demokratis dan bermartabat. 

 
Resolusi PBB No. 1752 yang MENSAHKAN Perjanjian New York dan Resolusi PBB No. 2504. Merupakan pelecehan dan melanggar Hak politik Orang Papua sebab sebelumnya tahun 1945 ketika PBB didirikan, wilayah Papua belum punya Pemerintahan Sendiri (Non Self Governing Territory) sehingga Papua dimasukan ke Daftar Non Self Governing Territory pada Komisi Dekolonisasi PBB (UN 24th Committee).
 
Maka dibentuklah sebuah Komisi Pasifik Selatan (South Pacific Committee) melalui Perjanjian Canberra tanggal 6 February 1947 untuk mempercepat Pembangunan bagi Bangsa Bangsa di Wilayah Pasifik Selatan mulai dari bahwa Garis 0° LS di bagian Utara, di Bagian Barat mulai dari Netherlands New Guinea dan Bagian Timur di Vanuatu serta Bagian Selatan di New Caledonia berdasarkan perjanjian Canberra Agreement Pasal 2 Hal ini dilakukan sesuai Piagam PBB Pasal 73 yang disahkan melalui Resolusi PBB No. 1514 dan Resolusi PBB No. 1541 karena Rumpun Bangsa Melanesia tidak sama dengan Rumpun Bangsa Indies (Indos Nesos, Indonesia) maka Belanda mendaftarkan Wilayah Netherlands Indies (Indonesia) dan Netherlands New Guinea (Papua Barat) secara terpisah seperti Netherlands Antilles dan Suriname. 

 
Konferensi Meja Bundar (KMB ) tanggal 29 Desember 1949, maka claim Indonesia di KMB adalah suatu Pelanggaran terhadap Piagam PBB Pasal 73 karena tidak menghargai hak penentuan nasib sendiri rumpun bangsa melanesia (Papua Barat ).
 
Dalam Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan di Den Haag Belanda tanggal 23 Agustus-2 November 1945 disepakati bahwa mengenai status quo wilayah Nieuw Guinea tetap berlaku seraya ditentukan bahwa dalam waktu setahun sesudah tanggal penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat, masalah kedudukan-kenegaraan Papua Barat akan diselesaikan dengan jalan perundingan antara Republik Indonesia Serikat dan Kerajaan Belanda. Tetapi dalam kesempatan yang sama pula status Papua Barat (Nederland Niew Guinea) secara eksplesit dinyatakan oleh Mohammad Hatta, Ketua Delegasi Indonesia, bahwa “…masalah Irian Barat tidak perlu dipersoalkan karena bangsa Papua berhak menjadi bangsa yang merdeka.

 
Ini membuctikan Bahwa Bangsa Papua Buakan Bagian dari kolonial indonesia. kepada orang Papua Yang tidak tau sejarah yang mengaku diri Barisan Mera Putih harus Belajar sejarah Papua. (CheDg)
 
Sumber : facebook.com/nesta.gimbal
READ MORE -

Kami Membenci Kolonialisme Indonesia Diatas Tanah Papua

Jumat, 20 Mei 2016

Solidaritas Timor Leste untuk Papua Merdeka
Untuk melawan praktek-praktek kolonialisme di dunia. Kami menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, perjuangan kami perjuangan damai, kami tidak menggunakan kekerasan dan kami tidak menginginkan pertumpahan darah di atas tanah kami ini. kami selalu menyampaikan aspirasi dengan mematuhi sistem demokrasi yang dipaham dan dipraktekan di indonesia.

 

Ingat kami tidak membenci ciptaan Tuhan yang tinggal di atas tanah Papua, namun kami membenci praktek colonialism atau penjajahan di atas tanah Papua. kami hanya hadir untuk membebaskan bangsa Papua dari praktek penjajahan.
 

Kami ada turut mengambil bagian dalam missi PBB untuk mewujudkan dan menciptakan perdamaian dunia melalui aturan dan mekanisme PBB.

Kami tidak membenci manusia ciptaan Tuhan yang hidup di atas tanah Papua. Kami membawa missi revolusi di atas tanah Papua untuk memperoleh hak politik bangsa Papua yaitu penentuan nasib sendiri (Self Determination) melalui mekanisme Referendum dengan bermartabat untuk mengapus praktek kolonialisme di atas tanah Papua. kami hadir di atas tanah TL menjalankan amanat PBB, Komite Dekolonisasi

PAPUA MERDEKA
A luta Continua ! Berjuang Terus !
N.L / ARATILUKEPA

Nataniel Lobato 
 
Lokasi: Timor-Leste
READ MORE -

Pdt Pro Merdeka Dibunuh Secara Misterius Oleh OTK di Jayapura


KNPBnews. Jayapura 18 Maei 2016. Pembunuhan misterius terhadap Anggota KNPB wilayah Numbay, sekaligus juga Pdt. Stepanus Heseleo Sth, di Jayapura Pada tanggal 17 Mei 2016. Penemuan jenaza Almarhum Stefanus Heselo ditemukan di rumah sakit Abepura jayapura.

Sampai dengan saat ini keluarga belum ketahui penyebab Pembunuhan, siapa yang dibunuh, siap yang antar mayat ke rumah sakit sami sekarang sangat misterius. Keluagra korban menduga almarhum dibunuh Stevanus Heselo dibunuh secara misterius oleh orang yang tidak kenal pelakunya.


Kornologi

Pada awalnya pada hari selasa malam almarhum Tidur bersama keluarga di asrama pada hari selasa pagi almarhum sama-sama di asrama. kemudiarama baliem Yalimo dibelakang Mega waena. Menurut keluarga Atas Nama Teri Heselo, kepada KNPB News mengatakan bahwa, pada hari selasa 17 Mei 2016, pada pikul 06.00 -07.00 almarhum sama-sama keluarga di srma balim yalimo daerah Expo waena.
Pada pukul 08.00 WPB almarhum Stefanus Heselo keluar untuk oyek di panggalan oyek Museum Expo waena, kemudian Keluarga dan teman-teman yang laing pergi ke pengadilan jayapura untuk membicaran tanah di sentani.

Setelah kami pulang dari sana kira-kira pukul 12 .00 WPB, kami tidak mengetahui apa-apa kami pikir almarhum masih ojek.

Kemudian pada pukul 7 malam saya ditelpon oleh Polsek abepura untuk segera pergi ke polsek namun saya tolak. Kemudian mereka telpon lagi yang ke dua kali, akhirnya saya angkat telpon lalu mereka mengatakan bahwa, jika pa teri tidak mau datang ke polsek kami kirim nomor kata polisi dari polsek abe.

Setelah mereka kirim nomor saya cek nomor yang polisi kirim tersebut ternyata nomor hp tersebut adalah nomor Milik Pdt Stefanus Heselo. Lalu saya dengan yonas lantipo kami pergi ke polsek abepura. Pemikiran kami itu, mungkin pdt stevanus ditabrak atau dia yang menabrak orang lain. Jadi kami sampai di polsek tidak ada stefanus di polsek aba, kemudian polisi arakan kami ke rumah sakit abepura, sebelumnya almarhum stefanus ditangani oleh polantas lebih dahulu. Setelah kami sampai di rumah sakit, menurut dokter yang antar Almarhum Stefanus diantar oleh dua orang, tersebut adalah orang papua, satu orang masih dalam mobil satu orang yang antar jenaza almarhum namun dia sendiri tidak bisa jadi dia meminta bantuan kepada tenaga medis antar masuk dalam rumah sakit atau UGD.

Jadi saya sampi disana yang ada dalam pikiran saya almarhum sakit jadi dia berbaring di dalamn namun setelah saya masuk mereka arhkan saya melihat mayat di ruangan mayat. Setelah melihat itu saya tidak bisa bicara, akhirnya saya langsung suru Yonas telpon kasitau bapa soleh untuk kasitau keluarga.

Terus tidak lama kemudian polisi dong masuk, kemudian menurut polisi mereka diberitahu tentang almarhum Setefanus oleh dokter yang saat itu menerima mayat, stelah itu kami sama-sama melihat mayat di ruangan mayat dan kami tinggal situ, kemudian polisi dong ambil data saat itu. Setelah itu kami langsung antar mayat dari rumah sakit ke asrama balim Yalimo.

Jadi pemikiran kami keluarga bahwa dua orang yang antar mayat ke rumah sakit itu, tidak mau jadi saksi sehingga mereka pulang atau Mereka dua orang itu pelaku ? dengan alasan-alasan tertentu mereka dengan motor sengkol dia sehingga mereka sedndiri bawah ke rumah sakit atauka mereka ada di jalan melihat Pdt rasa kasihan jadi mereka antar kami tidak tau persis bagimana kejadiannya?

Kemudian Motor Milik almarhumnya, motor kelmakx sampai hari ini belum ditemuan.

Kemudian polisi jugamencari motor namun belum ditemukan, Kata mereka cari motor pake dua mobil cari namun belum ketemukan sampai dengan saat ini, Tegas teri keluarga korban.

Kami keluarga mau dan berharap kejadian hari selasa kemarin di rumah sakit seperti apa ? kami akan ke rumah sakit melihat rekaman video CTV di rumah sakit, sehingga kami bisa melihat rekaman lebih jelas disana.

Pdt. Heselo adalah kerja untuk tuhan sebagai pdt dan kerja untuk tanah jadi nantinya urusan Tuhan tetapi jikalau memang orang iri hati baru buat berarti tuhan yang akan membalas. Pdt bekerja melayani tuhan dan juga bekerja untuk tanah ini jadi tuhan punya urusan pembalasanya, biarkan dia pergi dengan damai ke bapa di suga tegas Teri.

Untuk diketahui bahwa almarhum Stefanus Heselo berperan sebagai pdt dan juga bergabung dalam oraganisasi gerakan KNPB selalu hadir dalam setiap kegiatan KNPB, pimpin ibadah doa papua merdeka. Dia salah satu dari sekian Pdt di Papua mendukung Papua merdeka. Pdt Stefanus Heselo sementara melayani di jemaat GKI peterus Waena,. selain itu almarhum melayani di Yahukimo tempatnya di kelasis balim yalimo tuga di apalap sili Jenaza Almarhum tadi siang jam 14. 00 WPB kirim ke Wamena.  (‪#‎NG‬)
READ MORE -

KULIT Papua Hati Indonesia (Fuck)


 
Jangan hanya berkata-kata, tidak juga hanya dengan gaya. jika kata dan gaya tidak sesuai dengan tindakan nyata maka kita menipu diri kita, kita juga menipu orang lain.

gaya dan kata-katamu sangat menginpirasi orang lain, tetapi jika gaya dan kata hanya sebatas gaya dan kata tampa ada tindakan nyata yang kami lakukan, apa kata orang..?

Banyak orang papua yang bergaya dan bekata "Papua Merdeka" tetapi Mereka tidak Lakukan Pekeraan dengan Nyata. orang Papua menggunakan Motif Papua Merdeka, tetapi hanya untuk memperkaya Diri. jika kamu adalah anak bangsa papua yang benar-benar tempil beda dengan gaya papua merdeka dan berkata-kata papua merdeka lakukanlah pekerjaan juga dengan nyata, sesuai kata-kata dan gaya, untuk papua merdeka.

Jangan Bergaya, dan Berkata Orang Papua Merdeka jika kenyataan tidak kau berjuang untuk papua merdeka. stop memperkaya diri dengan gaya dan kata-kata orang papua merdeka.

By Che De Goo
READ MORE -

Sunyi Simpangan Jalan

jalan-jalan yang ku telusuri adalah sunyi, penghuni tempat di mana saya dedaki, hanyalah terlihat rumah-rumah kecil. di sepanjang jalan itu hanya terluhat kain berwarna hitam dan tenda-tenda biru depan rumah, mereka yang ada pun bisa dihitung hanya dengan jari. Kenapa perginya orang-orang penghuni tanah ini...?

aa sayang, rasanya ku telah sendiri menyusuri jalan-jalan kesunyian ini hingga tiba di jembatan darah ini. tulang para korban penindasan bercecer terlihat di simpangan jalan dan dalam kali darah itu. siapa yang membunuh, siapa yang pelakunya tidak menjadi masalah bagi penguasa yang rakus dan pembunuh yang mencari pangkat..?

By Che De Goo
READ MORE -