Warga Negara Papua Tidak ikut Pilpres "Boikot"

Jumat, 04 Juli 2014



Fakta sejarah Papua yang sangat berbeda dengan sejarah indnesia, dari awal, tentunya menjadi perbedaan sampai akhir. Walaupun ribuan catatan palsu akan bermunculan dan mengklaim bahwa Papua itu harga matinya Indonesia, itu tentu tidak benar.

Sejak 1 Desember 1961, rakyat Papua telah menyatakan Niat Kemerdekaannya, atribut kenegaraannya sesuai aturan dan mekanisme yang ada, walaupun kemudian dihancurkan oleh invasi militer Indonesia melalui trikora, niat kemerdekaan itu tak pudar, bahkan bertahan dan terus berjuang hingga 10 tahun kemudian, rakyat Papua menyatakan Proklamasi Kemerdekaannya pada 1 Juli 1971, disituasi pendudukan militer dan kedatangan warga Indonesia yang secara bertahap mulai dilaksanakan.


Semangat kemerdekaan itu tetap ada walau waktu berganti, tahun berlalu, pejuang yang gugur satu persatu namun masih terus bertumbuh pejuang-pejuang muda untuk pembebasan. Hingga kongres rakyat papua II digelar; terhitung 50 tahun sejak Deklarasi Niat Kemerdekaan dinyatakan, kemudian 40 Tahun sejak proklamasi kemerdekaan dinyatakan, Pemulihan Kemerdekaan Negara Papua di negeriPapua Barat itu terjadi pada Oktober 2011.

Sesuai hasil Kongres Rakyat Papua III yang dilaksanakan pada Oktober 2011 lalu, , yang kemudian lengkap dengan seorang kepala negara yaitu Presiden. Selain Presiden ada juga Perdana Menteri dan Dewan Nasional Papua yang selanjutnya secara struktur wilayah dibagi menjadi 7 negara bagian yang dipegang langsung oleh Gubenur.

Tentunya jika kita semua menyimak, apa yang dilakukan pihak lawan, pihak indonesia terhadap perjuangan rakyat Papua untuk menyatakan kemerdekaan dan kedaualatannya, Presiden dan Perdana Menteri serta aktivis-aktivis perjuangan ditangkap dan dipenjarakan. Bukan saja yang dipenjara, ada juga kemudian dibunuh, ada yang masih mengalami trauma dari sikon yang ada. Semua ini seakan menjadi takdir kita untuk terus menerima perlakuan yang tak seharusnya kita terima.

Menyambung dari judul tulisan diatas, Warga Negara Papua Tidak Boikot; kta ketahui bersama bahwa hingga saat ini, pendudukan Indonesia diwilayah Negara Papua masih berlanjut, bahkan sebentar lagi mereka akan melaksanakan pemilihan presiden, sudah pasti warga Negara Indonesia yang ada di 7 wilayah akan berpartisipasi dalam pemilihan tersebut. Bagi kita warga Negara Papua, sebentar lagi Presiden kita akan bebas dari penjara colonial.

Yang merasa sebagai warga Indonesia, silahkan memilih untuk boikot atau tidak, itu hak kalian, sedangkan untuk yang merasa sebagai Warga Negara Papua, sudah pasti, tidak terlibat atau partisipasi, kita bersiap untuk melaksanakan penyambutan Presiden kita, kita bersiap untuk terus beraksi untuk menunjukan pada dunia bahwa kita adalah bagian dari Negara-negara didunia yang punya hak yang sama, punya hak untuk merdeka dan mengatur Negara kita sendiri terlepas dari pendudukan Negara lain atas wilayah Negara kami.

Sebagai warga Negara Papua Barat, jangan terpancing dengan isu-isu provokatif, maupun isu-isu perpecahan yang sering didengungkan oleh mereka-mereka yang ingin penjajahan terus berlangsung. Sebagai warga Papua yang mengakui hak demokrasi Negara lain, maka biarkan saja mereka yang WNI melaksanakan hak demokrasi mereka untuk memilih, sedangkan kita WNP menahan diri menunggu koordinasi dan kerja-kerja lanjutan.

Catatan tambahan dari saya, Sebagai Warga Negara Papua sudah sepantasnya kita bicara dalam ranah kenegaraan lagi, bukan saatnya kita terhanyut dalam arus dan permainan penjajah, kita terjebak dalam isu-isu yang semakin membuat perpecahan diantara kita. Terus bangun kesadaran dirakyat, melalui berbagai cara, organ sebagai perahu, untuk mendayung menuju pulau kemerdekaan.

Ingat siapapun pilihan mereka yang terpilih, tak akan dengan mudah memberikan kepada kita pengakuan, itu semua kembali ke kita, sejauh mana perjuangan kita untuk menunjukan pada dunia.

Hormat n Salam Juang, Papua Merdeka


Oleh : Phaul Heger

Aktivis Papua Merdeka AMP FAK-FAK
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar