MENGAPA ORANG PAPUA TAKUT BICARA PAPUA MERDEKA?

Selasa, 01 September 2015


Papua Merdeka, Tuntutan Hati Nurani Rakyat Papua

SUARA ORANG PAPUA, SELALU DIBUNGKAM DENGAN KATA MAKAR DAN SEPARATIS

Meepago_SBT_:-Kata makar dan separatis bukan hal baru dalam pengalaman orang papua. Aksi apapun yang digelar di Papua dalam rangka menuntut keadilan atas dasar haknya sebagai warga negara, selalu saja mendapat tantangan dari aparat penegak hukum. Seakan-akan negeri ini bukan penganut paham demokrasi. Kata demokrasi yang seharusnya menciptakan ruang gerak bebas bagi setiap warga negara untuk menyampikan aspirasinya dan mengekspresikan dirinya ternyata hanyalah sebuah slogan semata. Slogan demokrasi ternyata benar tidak menjamin kebebasan rakyat di tanah papua. Setiap kali mereka ingin menyampaikan aspirasinya, menuntut keadilan atas kesadarannya sebagai warga negara yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, malah mereka mendapat jalan buntu. Kebuntuan ini adalah pengaruh dari pemahaman akan istilah negara indonesia adalah negara hukum disamping demokrasi itu. aksi atas dasar demokrasi dibungkam atas dasar penegakan hukum. Lagi-lagi kata makar dan separatis menjadi senjata pamungkas pembungkam suara orang papua. Artinya, suara masyarakat tidak diinginkan oleh pemerintah di negeri ini. Suara orang kecil dianggap menganggu keamanan dan ketertiban umum di negeri ini.

Bintang Kejora Bendera Bangsa Papua
Cap makar dan separatis selalu menjadi ancaman serius bagi orang Papua yang ingin menyampaikan aspirasinya secara damai kepada pemerintah. Hal tersebut terungkap dalam seminar bertema “Makna kata makar dan separatis yang ditujukan kepada orang asli papua. kegiatan ini dikemas untuk membuka pikiran dan mencari solusi antara masyarakat Papua mengatakan bahwa stigma separatis dan makar selalu menjadi bahan pemerintah untuk mendiskreditkan orang Papua yang ingin menyampaikan aspirasi bahwa kedua kata ini adalah ancaman bagi demokrasi di Indonesia, dimana masyarakat tidak secara bebas menyampaikan aspirasinya. Kedua kata ini menjadi penghambat yang kuat sekaligus melemahkan dan mematikan aspirasi orang Papua. Makar dan separatis adalah senjata pamungkas bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk membungkam suara orang asli Papua ketika menuntut apa yang menjadi hak dasarnya supaya diperhatikan pemerintah. Jangankan orang bicara tentang merdeka dalam konteks politik pemisahan Papua dari wilayah NKRI, menuntut kemerdekaan dalam hal kebebasan berkumpul dan berserikat saja menjadi salah satu faktor untuk dijerat secara hukum sebagai makar dan separatis. Artinya, kata makar dan separatis harus ditempatkan pada posisinya, jangan asal namanya menggunakan kedua kata ini untuk membungkam suara rakyat. Padahal tidak semua aspirasi takyat Papua itu berkaitan dengan keinginan untuk merdeka dan berpisah dari NKRI. Karena itu kegiatan demo ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan masyarakat Papua tentang makna kata makar dan separatis dalam artia yang sesungguhnya. Sebab pada kenyataannya, ada banyak hal yang membuat stigma ini semakin berkembang dan mengakibatkan banyak orang Papua yang ditangkap dengan tuduhan makar dan separatis. Demo ini dihadiri ratusan peserta dari sejumlah LSM dan OKP dan perguruan Tinggi di Papua.

Selama ini orang-orang papua bamsih banyak yang mempertanyakan penyertian arti kata makar dan separatis yang sesungguhnya membedah arti dan makna kata makar dan separatis, sebab menurutnya selama ini kata makar dan separatis menjadi ancaman bagi orang papua yang akan menuntut haknya. Dikatakan stigma makar dan separatis selalu dijadikan oleh pemerintah sebagai bahan untuk mendiskreditkan orang papua, sehingga apa yang dilakukan khususnya terkait untuk menyampaikan aspirasi menjadi terhalang. Kata makar dan separatis ini bagi orang Papua selalu 

Sumber : mengapa-orang-papua-takut-bicara-papua-merdeka
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar